Kisah nyata baby sitter sukses jadi orang kaya

Kisah baby sukses yang memulai karirnya sebagai pembantu rumah tangga berawal dari keadaan yang kurang menyenangkan. Sebut saja namanya Nita, seorang anak yang terbiasa hidup dalam kesederhanaan dan kekurangan. Gadis desa yang mengawali pekerjaan pada usia 18 tahun ini tidak sempat mengenyam pendidikan tinggi sebagaimana teman temanny yang lain. Meskipun demikian Nita bukanlah tipe gadis yang minder, ia pandai bergaul dengan siapa saja dan terkenal sangat baik kepada semua tetangganya.

Tangan ringannya yang mudah membantu orang lain makin menambah pesona pribadi mulianya, setiap tetanggnya ada hajatan maka ia selalu diminta untuk membantu, yang selalu ia tunaikan dengan penuh tanggung jawab. Tidak hanya itu, Nita dikenal sangat rajin atau total dalam bekerja, bahkan semua pekerjaan dapur dikerjaan oleh dirinya. Sehingga tak mengherankan kalau ayah ibunya begitu bangga memiliki anak yang sangat berbaikti seperti dirinya.

Nita menyadari bahwa keluarga yang membesarkannya tak pernah mampu ia berikan balasan yang seimbang hingga kapanpun. Dengan doa yang sangat tulus kepada Alloh, dia meminta agar diberi kekuatan untuk membahagiakan ayah ibunya yang kian tua. Sangat sering ia memandang wajah ayah ibunya yang tampak kelelahan sehabis bekerja hingga tak terasa air matanya mengalir. Dalam suasana kesendirian seperti tu, Nita memendam tekad untuk memberikan mereka kebahagiaan tinggi suatu hari ini.

Tekad Nita begitu menyala nyala sampai akhirnya ia memutuskan untuk merantau ke daerah lain, tepatnya di kota Jakarta. Lewat perantara orang lain Nita akhirnya bekerja pada seorang majikan yang sangat keras dalam menetapkan  aturan. Bisa dikatakan majikan Nita merupakan tipe manusia yang sangat cerewet dan selalu menghendaki adanya kesempurnaan. Konon sangat jarang ada wanita yang betah bekerja di tempat majikan itu, sudah ada puluhan pembantu yang akhirnya hengkang karena tak tahan dengan tekanan majikan.

Beda sekali dengan Nita, ia tetap bisa bertahan dan melakukan pekerjaannya dengan senang hati. Apa yang ditugaskan oleh majikan merupakan hal biasa yang ia lakukan di rumah. Nita menganggap bahwa tugas tugas yang ada jauh lebih ringan bila dibandingkan dengan pekerjaan yang ada di rumahnya sendiri. Nita terbiasa bangun jam 03.00 saat majikan masih tertidur pulas. Ia selalu mengawali pekerjaan dengan menjalankan sholat sunat tahajud lalu dilanjutkan dengan membereskan semua hal yang menjadi tugasnya.

Kebiasaan itu terus menerus dilakukan hingga 6 tahun lamanya. Di awal tahun keempat pekerjaannya berubah, tidak lagi menjadi pembantu, namun ia diberi tugas untuk mengasuh dan merawat anak ke empat . Pekerjaan baru ini pun selalu mampu ia tunaikan dengan baik hingga majikan selalu sayang dengan Nita dan telah menganggapnya sebagai anak kandungnya sendiri.

Ketika hari ulang tahun datang maka majikan akan menyiapkan perayaan kecil yang dihadiri oleh anggota keluarga . Duduk satu meja bersama majikan, pembantu dan anak anak majikan yang sudah dewasa. Mereka semua mengucapkan selamat ulang  tahun untuk Nita. Haru sekali rasanya , Nita tak pernah menyangka akan mendapatkan perlakuan istimewa seperti ini, sebab dimata pekerja yang lain , sang majikan adalah orang yang galak, cerewet dan lain sebagainya.

Bahkan tiap mudik tiba, Nita juga selalu diantar langsung oleh majikan ke kampugnya. Kalau kebetulan majikan tak ada waktu maka ia akan menugaskan satu atau dua orang lain dengan mobil majikan untuk mengantarnya hingga sampai alamat. Si majikan akan menelpon lewat telepon untuk memastikan  bahwa Nita telah samapi kampung halamannya.

Nita pun masih ingat bagaimana dulu majikannya mau memakan makanan ala kadarnya yang ada di kampung, sang majikan tak pernah sekalipun terlihat sombong ataupun angkuh meskipun ia adalah orang sukses yang kaya raya. Maka dari itu Nita pun memutuskan untuk tetap bekerja dengannya, meskipun ia sering mendapatkan tawaran tawaran kerja dari tempat lain dengan iming iming gaji lebih tinggi.

Nita masih terngiang kata kata majikan ketika ia kena marah karena lupa tidak menjalankan sholat asyar saat pekerjaan benar benar menumpuk. Waktu itu ia memang benar benar lupa dan baru tersadar ketika majikan menanyakan apakah ia sudah sholat atau belum. Saat ia menjawab belum maka majikan marah dan memintanya untuk segera menjalankan sholat terlebih dahulu. Kenangan ini pun sangat berharga , sekaligus mengingatkannya pada nasehat orang tua yang selalu ketat untuk menjalankan sholat.

Sebagai wanita normal , Nita pun merasakan yang namanya cinta, begitu lama ia memendam rasa cinta pada seorang pria yang dirasa sangat mengagumkan. Pria itu adalah salah satu guru di sekolah dasar , yang lokasinya tak jauh dari kampungnya. Bahkan ia merupakan satu satunya lelaki yang dicintainya meskipun tidak menampik pula ada lelaki lain yang juga sering mengatakan rasa cinta kepada Nita. Cuma hati nta hanya terbuka untuk pria yang berprofesi sebagai guru itu.

Dari keterangan teman teman Nita,konon guru itu juga sering menanyakan kabarnya saat nita tak ada di kampung. Dari hubungan yang awalnya teman akhirnya Nita menjalin hubungan cinta dengan pria yang punya nama Firman. Mereka tidak pacaran, hubungan lebih banyak dilakukan secara jarak jauh lewat telepon, itupun terbatas karena Nita tak mempunyai waktu sebanyak abg yang biasanya menelpon hingga berjam jam.

Suatu hari guru itu datang ke orang tua Nita dan menyatakan ingin menjadikan Nita sebagai istrinya. Kontan saja hati Nita sangat bahagia, karena pria itu melakukan hal ini tanpa memberitahukan pada Nita terlebih dahulu. Dari berita ibunya di kampung saat Nta menelponnya si pria itu mengatakan kalau  ia akan menikahi Nita kurang lebih 2 bulan lagi.

Kabar ini kemudian Nita sampaikan ke majikan, ia mengatakan bahwa dua bulan lagi akan berhenti kerja karena harus menikah dengan orang yang sangat dicnitainya.Majikan awalnya agak keberatan dan mengatakan bahwa ia masih sangat membutuhkan dirinya. Namun majikan akhirnya juga mengerti bahwa Nita adalah wanita yang sama sama ingin punya rumah tangga yang bahagia. Majikan Nita kemudian mengatakan akan datang pada hari pernikahanya bersama keluarga.

Saat itulah Nita menangis haru, jauh di lubuk hatinya ia juga sangat senang bekerja di rumahnya, ia merasa bukan orang lain, tetapi sudah menjadi bagian tak terpisahkan di dalamnya. Ia tak pernah merasa sebagai orang yang hina, bahkan semua kehormatannya selalu dijaga dengan sepenuh hati oleh orang orang yang menjadi majikannya. Ia bersyukur pada Alloh SWT bdan yakin bahwa itu semua adalah bagian tak terpisahkan dari doa doa orang tua, doa sahabat dan doa orang lain terhadapnya.

Hari yang ditunggu pun akhirnya tiba, akad pernikahan antara Nita dengan Firman dilangsungkan cukup meriah. Semua tamu undangan hadir untuk mendoakan pasangan baru yang akan mengaringi kehidupan berumah tangga. Majikan beserta keluarganya juga ada disana, duduk di barisan paling depan sambil sesekali tertawa bahagia melihat pernikahan Nita. Mereka ikut bahagia atas pernikahan Nita dan sangat bersyukur Nita mendapatkan pasangan hidup yang bertanggung jawab dan dikenal sebagai pribadi yang baik di lingkungannya.

Setelah acara selesai  dilanjutnkan dengan jabat tangan untuk mengucapkan selamat pada pasangan baru. Majikan beserta keluarga juga memberika ucapan selamat dan kado spesialnya. Majikan perempuan nampak memberikan bungkusan dan memeluk Nita sambil menangis bahagia. Lama sekali ia memeluk Nita seperti pelukan orang yang kehilangan sesuatu. Nita pun menangis dan mengucapkan beribu ribu terima kasih pada majikannya, ia sangat berterima kasih bisa diterima kerja dan berterima kasih untuk semua kabaikan keluarga majikan terhadapnya.

Menjelang pukul 16.00, majikan beserta rombongan berpamitan untuk kembali lagi ke Jakarta. Sebelum mereka pergi, majikan ngobrol santai bersama keluarga Nita dan majikan mengatakan agar nita jangan pernah sungkan untuk berkunjung ke rumahnya di lain waktu. Masalah ongkos atau biaya tak perlu dipikirkan karena semua akan diganti oleh majkan meskipun Nita punya banyak uang. Kata kata ini disambut tawa dan membuat suasana jadi penuh canda tawa.

Waktu pun berganti, setelah majikan pulang , Nita menyerahkan beberapa kado spesial dari majikan kepada ibunya. Ibu diberi kehormatan untuk membukanya walau itu adalah hak Nita. Kado pun dibuka , ada selimut, baju tidur , dan baju baju lain yang mahal harganya.Nita belum pernah mempunyai baju sebagus itu. Di dalam bungkusan itu juga terdapat tulisan berisi ucapan selamat menempuh hidup baru dan kata harapan lain agar Nita bersama suami menjadi keluarga yang berbahagia.

Yang lebih mengejutkan adalah bahwa di dalam bungkusan itu juga terdapat tulisan yang isinya " Nita ... ibu mengucapkan terima kasih untuk semua pengabdianmu selama ini.Ibu tak bisa membalas semua kebaikannmu, kamu adalah wanita baik yang sangat bertanggung jawab dalam bekerja, jujur dan menjadi salah satu faktor keluarga kami mencapai sukses seperti sekarang ini. Sebagai tanda terima kasih ibu maka terimalah ini sebagai bonus kerjamu selama berada di tempat ibu, dan sudah ibu kirimkan ke rekeningmu . Mungkin itu tak seberapa , tetapi gunakan itu untuk kebutuhanmu, bagaimanapun rumah tangga harus kuat secara ekonomi dan kamu harus menjadi wanita yang sejahtera. Taati dan hargai suamimu, karena itu kunci kebahagiaanmu dalam rumah tangga".

Mata Nita berkaca kaca, karena ia tak pernah membayangkan akan menerima uang sebagaimana yang disebutkan dalam tulisan itu. Ternyata majikannya menghitung bonusnya dari awal ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga hingga terakhir dia berhenti. Setelah ditotal maka jumlah uang yang ia terima sebesar Rp.120.000.000 ( seratus dua puluh juta rupiah ). Ya Alloh... terima kasih  untuk semua karunia ini, aku percaya semua ini adalah kehendakMu dan terjadi atas pertolonganMu semata.

Nita lalu menyerahkan uang itu kepada orang tuanya, namun orang tua nita tak mau menerimanya. Nita tetap memaksa, ia masih terbayang bagaimana dulu saat memandang wajah kelelahan ayah ibunya ketika ia belum merantau ke Jakarta. Ia merasa uang itu belum bisa mengganti kebaikan orang tua, bahkan semua uang yang ada di dunia juga tak akan mampu untuk menggantikan jasa baik mereka. Terimalah pak/bu, ...terserah mau bapak.ibu pakai untuk apa, nita ikhlas dan hanya mohon doa restu untuk kebahagiaan hidup Nita di masa yang akan datang.

Uang pun akhirnya diterima kedua orang tuanya, uang itu dipakai untuk menunaikan ibadah haji 3 tahun kemudian. Tapi orang tua tetap tak mau menerima uang yang lain, ia menyarankan pada nita untuk membuka usaha baru ketika suami mengijinkan. Nita pun setuju untuk memakai uang itu, tapi yang aneh nita mengatakan pinjam meski itu sudah menjadi haknya. Ia hanya akan pinjam untuk modal dan suaminya setuju dengan ide Nita.

Dengan bekal sisa uang yang ada plus tabungan pribadi,Nita kemudian membuka kios baju muslim . Ia pandai melayani pelanggan dan selalu ramah menyambut mereka, baik yang hanya sekedar melihat lihat ataupun mereka yang serius membeli. Usahanya cepat maju, ditambah dengan dukungan  suami yang selalu menyemangati dirinya dalam menjalankan bisnis. Sikap Nita kepada karyawan sungguh ramah, ia pernah merasakan bagaimana menjadi anak buah yang harus taat kepada atasan, ia pernah merasakan bagaimana cara mengatasi tekanan dalam bekerja.

Ia kini sudah menjadi orang kaya.lebih kaya dari tetangganya yang dulu mampu menyekolahkan anak anaknya ke jenjang yang lebih tinggi. Ia baru sadar bahwa tanpa pendidikan tinggi pun manusia bisa sukses dan bahagia. Ia percaya bahwa hidup itu perjuangan dan kita harus berjuang tanpa melupakan orang orang baik yang sudah berjasa besar dalam hidup kita.

Nita bukan tipe wanita yang tidak tahu terima kasih, pada saat liburan tahun ajaran baru, bersama suami tercinta ia pun bersilaturahmi ke tempat majikannya di Jakarta. Nita datang kesana tidak lagi memakai kendaraan umum sebagaiman dulu saat pertama bekerja. Tapi ia datang sudah dengan mengendarai mobil pribadi yang mampu ia beli bersama suaminya. Selama diperjalanan tak henti hentinya ia bersyukur atas karunia Alloh yang tak terkira, suami yang baik, anak kecil yang lucu dan berbagai kenikmatan lain yang tak mungkin bisa dihitung jumlahnya.

Betapa terkejutnya mantan majikannya saat Nita datang ke rumah. Tangis haru dan peluk kerinduan tak bisa lagi dihindarkan. Tidak lupa pula anak yang dulu diasuh oleh nita mengejarnya dan dengan rengek manja minta ke pangkuan Nita. Sungguh sebuah pertemuan yang membahagiakan , tidak lagi terlihat pertemuan antara majikan dan pembantu. Di pertemuan itu pula,majikan menawarkan kerja sama pada Nita dengan keuntungan yang besar.

Sekali lagi mari kita ambil pelajaran penting ini , apapun pekerjaan yang kita tekuni hari ini adalah tidak mengapa, asal kita mau bekerja sangat keras, tanggung jawab dan tidak setengah hati. Sukses menjadi milik semua orang , pembantu, baby sitter atau pegawai , buruh dan lainnya punya hak yang sama untuk sukses. Keberuntungan jangan diimpikan, karena kita akan beruntung setelah bekerja dengan cara yang benar , dengan cara yang baik dan dengan cara yang berbeda dari orang lain.

Jangan lupa untuk membagikan kisah sukses mantan baby sitter ini ke teman teman anda di facebook, twitter, google plus atau undang mereka untuk membaca secara langsung ke www.karirwanita.com. Sebarkan sms agar mereka membuka sendiri  dan menikmati kisah nyata di situs ini. Terima kasih